<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Oase, Politik &#38; Cinta ...</title>
	<atom:link href="http://politikcinta.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://politikcinta.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 07 Jun 2009 14:55:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='politikcinta.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Oase, Politik &#38; Cinta ...</title>
		<link>http://politikcinta.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://politikcinta.wordpress.com/osd.xml" title="Oase, Politik &#38; Cinta ..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://politikcinta.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ibu, Sinonim Cinta</title>
		<link>http://politikcinta.wordpress.com/2009/06/07/ibu-sinonim-cinta/</link>
		<comments>http://politikcinta.wordpress.com/2009/06/07/ibu-sinonim-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2009 14:55:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>politikcinta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Oase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://politikcinta.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya anugerah yang begitu besar yang ALLAH SWT turunkan di bumi, adalah ketika Dia menciptakan dan kemudian menitipkan rasa CINTA di hati kita. Dan soal cinta, rasanya guru kehidupan yang kita patut belajar darinya, adalah Ibu. Dalam kamus hidupku, IBU adalah sinonim dari kata CINTA. Malin Kundang Pantas Jadi Batu Siapakah dia yang tulus memberi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=politikcinta.wordpress.com&amp;blog=5291709&amp;post=92&amp;subd=politikcinta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesungguhnya anugerah yang begitu besar yang ALLAH SWT turunkan di bumi, adalah ketika Dia menciptakan dan kemudian menitipkan rasa CINTA di hati kita. Dan soal cinta, rasanya guru kehidupan yang kita patut belajar darinya, adalah Ibu. Dalam kamus hidupku, <em>IBU adalah sinonim dari kata CINTA.</em></p>
<p><strong>Malin Kundang Pantas Jadi Batu</strong><br />
Siapakah dia yang tulus memberi tanpa berpikir nanti akan menerima ? Seperi mentari yang menyinari bumi, tak sedikitpun berharap untuk dibalas. Aku begitu ingat ketika banyak hal yang mengecewakan yang telah kuperbuat, dan ketika itu Bapak begitu geram, Mamah yang meredakan amarahnya, dan berusaha untuk tetap mengingatkan dan terus mengingatkanku, agar memperbaiki diri. Tidak hanya saat itu, tapi esoknya, lusa dan hari-hari berikutnya. Tanpa lelah Mamah selalu mengingatkanku. Bahkan hingga menetes air matanya, mengalir, kecewa bercampur sedih, ada marah mungkin, tapi jika saja ada satu kata yang tepat merangkumnya, kata itu adalah : CINTA.</p>
<blockquote><p>Seberapapun banyak luka yang kita torehkan di hatinya (Ibu), takkan mampu membuatnya berhenti mencintaimu.</p></blockquote>
<p>Aku ingat bagaimana air matanya mulai mengalir, karena kakiku yang luka dan ketika napasku mulai tersengal-sengal karena sakit yang tiba-tiba suatu ketika. Ada kekhawatiran yang begitu besar. Bahkan saat didengarnya aku demam sedikit, beliau segera saja mencarikan obat. Masih teringat di memoriku, ketika beliau merelakan perhiasannya, untuk keperluanku, padahal aku tahu itulah satu-satunya barang berharga yang dia miliki. Mungkin beberapa diantaranya terkesan berlebihan, tapi mamah yang tidak tamat pendidikan tinggi hanya bijak berkata : yang penting kamu bahagia. Ah belakangan aku mulai sepakat soal kutukan, menurutku <em>sangat pantas malin kundang jadi batu.</em></p>
<p><strong>Antara Hidup dan Mati</strong><br />
&#8220;Saat itu benar-benar aku nangis, sejadi-jadinya&#8221;. Bang Kadir, teman kantorku menuturkan saat-saat istrinya dalam persalinan. &#8220;Seharian istriku, menahan sakit, mengeden tapi tak juga anakku keluar dari perut istriku. Sampai istriku kelelahan, enggak bisa ngeden lagi. Saat itu aku, dan sanak keluarga disitu nangis sejadi-jadinya. &#8220;, begitu Bang Kadir mengisahkan pengalamannya. Jadi teringat juga cerita Bang Iwan. &#8220;Nangis aku, ngeri kali aku ngeliatnya. Yang namanya antara hidup dan mati itu benar&#8221;, Bang Iwan salah satu supir di kantorku menuturkan bagaimana perjuangan istrinya melahirkan.</p>
<p>&#8220;Antara hidup dan mati&#8221;. Kalimat itu tiba-tiba membuatku (kembali) ingat Mamah. Perbuatanku yang banyak mengecewakannya, hari-hari ketika aku menjadi duri dalam keluarga, dan hampir tak ada hal baik yang kuperbuat, sementara begitu besar cinta yang telah beliau berikan, berkelebat di benakku.</p>
<p>Saat kucoba mengingat apakah ada hal yang membuat mamah bangga pada diriku, dibenakku malah muncul ketika mamah malu pada tetangga, malu pada guru-guruku di sekolah, malu pada saudara, bahkan malu pada dirinya sendiri, karena begitu sulitnya mengajakku memperbaiki diri, bahkan sekadar untuk mengurangi kenakalanku.</p>
<p>Mataku mulai pedih, berembun dan saat itu tak terasa ada yang mengalir di sela-sela mataku. Setetes, beberapa tetes dan terus semakin deras. Ada yang bergejolak di dadaku dan seperti ada yang meleleh, dan akupun sudah tersungkur dihadap-MU.</p>
<p><em>Ya Rabb, hamba mohon dengan sangat, berikanlah kebahagiaan yang tiada habis hingga akhir hayatnya, pada mamahku. Dan jadikanlah hamba salah satu pintu kebahagiaannya.</em></p>
<p>Medan, 07 Juni 2009</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/politikcinta.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/politikcinta.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/politikcinta.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/politikcinta.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/politikcinta.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/politikcinta.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/politikcinta.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/politikcinta.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/politikcinta.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/politikcinta.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/politikcinta.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/politikcinta.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/politikcinta.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/politikcinta.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=politikcinta.wordpress.com&amp;blog=5291709&amp;post=92&amp;subd=politikcinta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://politikcinta.wordpress.com/2009/06/07/ibu-sinonim-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f9fafe82bc470199275a1515de712e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gun gun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Simpang Jalan</title>
		<link>http://politikcinta.wordpress.com/2008/12/06/simpang-jalan/</link>
		<comments>http://politikcinta.wordpress.com/2008/12/06/simpang-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 08:32:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>politikcinta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://politikcinta.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Aku letih … Berjalan sendirian … Aku letih … Dalam kesepian … Tuhan … Kumohon, jika Kau tak izinkan aku menunjuk satu bintang milik-Mu Tunjukkanlah satu bintang untukku … (Medan, 061208)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=politikcinta.wordpress.com&amp;blog=5291709&amp;post=77&amp;subd=politikcinta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Aku letih …</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p><em>Berjalan sendirian …</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p><em>Aku letih …</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p><em>Dalam kesepian …</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p><em>Tuhan …</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p><em>Kumohon, jika Kau tak izinkan aku menunjuk satu bintang milik-Mu</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p><em>Tunjukkanlah satu bintang untukku …</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p><em>(Medan, 061208)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/politikcinta.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/politikcinta.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/politikcinta.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/politikcinta.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/politikcinta.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/politikcinta.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/politikcinta.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/politikcinta.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/politikcinta.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/politikcinta.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/politikcinta.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/politikcinta.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/politikcinta.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/politikcinta.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=politikcinta.wordpress.com&amp;blog=5291709&amp;post=77&amp;subd=politikcinta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://politikcinta.wordpress.com/2008/12/06/simpang-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f9fafe82bc470199275a1515de712e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gun gun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saat Bingung Memilih Pasangan</title>
		<link>http://politikcinta.wordpress.com/2008/11/16/saat-bingung-memilih-pasangan/</link>
		<comments>http://politikcinta.wordpress.com/2008/11/16/saat-bingung-memilih-pasangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 07:56:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>politikcinta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[mecari jodoh]]></category>
		<category><![CDATA[memilih pasangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://politikcinta.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Dalam memilih pasangan hidup, baik bagi laki-laki maupun perempuan keduanya memiliki hak untuk memilih yang paling tepat sebagai pasangannya. Hal itu dikenal dalam Islam yang namanya &#8216;kufu&#8217; ( layak dan serasi ), dan seorang wali nikah berhak memilihkan jodoh untuk putrinya seseorang yang sekufu, meski makna kufu paling umum dikalangan para ulama adalah seagama. Namun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=politikcinta.wordpress.com&amp;blog=5291709&amp;post=73&amp;subd=politikcinta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Dalam memilih pasangan hidup, baik bagi laki-laki    maupun perempuan keduanya memiliki hak untuk memilih    yang paling tepat sebagai pasangannya. Hal itu dikenal    dalam Islam yang namanya &#8216;kufu&#8217; ( layak dan serasi ),    dan seorang wali nikah berhak memilihkan jodoh untuk    putrinya seseorang yang sekufu, meski makna kufu    paling umum dikalangan para ulama adalah seagama.</p>
<p align="justify">Namun makna-makna yang lain seperti kecocokan, juga    merupakan makna yang tidak bisa dinafikan, dengan    demikian PROSES MEMILIH ITU TERJADI PADA PIHAK    LAKI-LAKI MAUPUN PEREMPUAN. Disisi lain bahwa memilih    pasangan hidup dengan mempertimbangkan berbagai    sisinya, asalkan pada pertimbangan-pertimbangan yang    wajar serta Islami, merupakan keniscayaan hidup dan    representasi kebebasan dari Allah yang Dia karuniakan    kepada setiap manusia, termasuk dalam memilih suami    atau istri. Aisyah Ra berkata, &#8220;Pernikahan hakikatnya    adalah penghambaan, maka hendaknya dia melihat    dimanakah kehormatannya akan diletakkan&#8221;<span id="more-73"></span></p>
<p align="justify">Rasulullah pun bersabda, &#8220;Barang siapa yang    menjodohkan kehormatannya dengan orang yang fasik maka    dia telah memutus rahimnya&#8221; (HR Ibnu Hibban). Nabi    juga pernah memberikan pertimbangan kepada seorang    sahabiyah yang datang kepadanya seraya minta    pertimbangan atas dua orang yang akan melamarnya, lalu    Nabi menjawab, &#8220;Adapun Muawiyah bin Abi sufyan dia    sangat ringan tangan (alias gampang memukul), adapun    yang lainnya adalah orang yang fakir tidak memiliki    harta yang banyak.&#8221; Lalu Nabi menikahkannya dengan    Zaid bin Haritsah.</p>
<p align="justify">Dan untuk memantapkan pilihan, terutama dari berbagai    alternatif sebaiknya melakukan shalat istikhorah baik    di tengah malam maupun di awalnya, dan lakukan secara    berkali-kali. Jika telah dilakukan berkali-kali maka    KEMANTAPAN YANG ADA ITULAH YANG INSYA ALLAH MERUPAKAN    PETUNJUK-NYA, DAN ITULAH YANG LEBIH DIIKUTI. Tetapi    perlu diingat, bahwa informasi yang dominan pada diri    seseorang sering yang lebih berpengaruh terhadap    istikhorah, oleh karena itu perlu dilakukan    berkali-kali. Dan untuk membedakan apakah itu    keputusan yang dominan adalah selera semata atau    dominasi istikharah agak sulit, kecuali dengan    berkali-kali, sekalipun salah satu tanda bahwa itu    adalah petunjuk dari Allah adalah dimudahkannya urusan    tersebut, tetapi hal tersebut bukan satu-satunya    alamat yang mutlak.</p>
<p align="justify">Juga apabila persoalan apakah diri kita jual mahal    atau tidak tergantung pada niat dan representasinya,    karena itu Rasulullah menegaskan, &#8220;Sesungguhnya segala    pekerjaan membutuhkan niat dan pekerjaan seseorang    sangat dipengaruhi oleh niat. Barang siapa yang    niatnya kepada Allah maka dia (dalam representasinya)    akan sesuai dengan Allah dan Rasulnya, dan barang    siapa yang niatnya kepada dunia atau wanita maka    (representasinya) akan sesuai apa yang diniatkan&#8221;    (Muttafaq alaih).</p>
<p align="justify">Untuk menghindarkan tuduhan itu maka buktikan dalam    representasi kita sehari-hari, sebagai contoh bahwa    tuduhan itu akan benar jika memang salah satu    kebiasaan kita adalah chatting dengan teman-teman baru    yang notabenenya lebih banyak para laki-laki untuk    seorang perempuan, dan sebaliknya, berbeda misalnya    kalau teman yang kita ajak chatting adalah para wanita    atau dalam bahasa yang digunakan bersifat umum, tidak    ada yang rahasia sehingga tidak khawatir kalau harus    dibaca orang. Ini hanya sekelumit contoh yang    barangkali kurang tepat untuk yang bingung memilih    pasangannya. Tapi ada hal yang cukup penting untuk    diketahui bahwa UNTUK MENGENAL SESEORANG TENTU TIDAK    CUKUP DENGAN BERKOMUNIKASI SESAAT.</p>
<p align="justify">Pernah suatu hari Sahabat Umar bin al-Khattab    mendengar seseorang memuji orang lain hingga Umar agak    merasa keheranan lalu Umar bertanya, &#8220;Apakah kamu    pernah bepergian dengannya?&#8221; Jawab orang tadi,    &#8220;Belum.&#8221; &#8220;Apakah kamu pernah bertransaksi dengannya?&#8221;    Jawab orang tadi, &#8220;Belum.&#8221; &#8220;Apakah kamu pernah    bertetangga dengannya?&#8221; Jawab orang tadi, &#8220;Belum.&#8221;    &#8220;Apakah kamu pernah melihatnya dia melakukan shalat?&#8221;    Jawab orang tersebut, &#8220;Ya, aku melihat dia rajin    shalat, menunaikannya sesuai dengan waktunya.&#8221; Lalu    kata Umar, &#8220;Kalau begitu anda belum kenal dengan baik    orang tersebut.&#8221; Tetapi untuk mengenali tiga poin    pertama dari empat poin tersebut bisa dilakukan dengan    cara MENANYAKAN ORANG YANG PALING DEKAT DENGANNYA, DAN    YANG DAPAT DIPERCAYA.</p>
<p align="justify">Adapun bila kita dihadapkan suatu pilihan lebih dari    satu, tentu sewajarnya seorang akan memilih yang    terbaik baginya, meskipun PILIHAN TERBAIK BAGINYA    TIDAK SELALU IDENTIK DENGAN PILIHAN YANG TERBAIK BAGI    UMUM, KARENA SESEORANG TENTU MEMILIKI PERTIMBANGAN    YANG SANGAT KHUSUS YANG TIDAK DIMILIKI ORANG LAIN.</p>
<p align="justify">Dari uraian diatas, kebingungan untuk memilih pasangan hidup    dapat diatasi dengan beberapa tips berikut ini,</p>
<ol>
<li> pilihlah karena agamanya,</li>
<li>kenali dengan cara menanyakan kepada orang yang paling dekat dengannya dan      dapat kita percaya,</li>
<li>letakkan niat pada tempat yang benar, karena segala perbuatan membutuhkan      dan sangat dipengaruhi niat,</li>
<li>sholat istikhorah untuk mohon petunjuk kepada Allah juga patut dilakukan,</li>
<li>apabila semua ini telah dilakukan, maka pasrahkan diri kepada Allah SWT      akan keputusan-Nya, jangan keluh kesah, karena itu tidak akan pernah menyelesaikan      masalah,</li>
<li>dan terakhir, jangan bosan untuk berbekal ilmu pernikahan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , karena berbekal      ilmu adalah lebih baik daripada tidak membekali diri pada saat masuk ke dunia      yang baru.</li>
</ol>
<p align="justify">Masalah jodoh hanya Allah yang tahu, siapa pasangan    kita sebenarnya, itulah rahasia Allah. Kita hanya    diminta untuk berusaha, dan Allah-lah penentunya,    terkadang Dia menentukan pilihan-Nya itu diluar dugaan    dan rasio kita sebagai seorang manusia, tapi itulah    ketentuan Allah. Jika memang harus menerima kenyataan    di luar kehendak kita, maka ingatlah untuk tidak    sembarangan memberikan cinta kepada siapapun, karena    kadar cinta kita kepada Allah harus lebih tinggi dari    itu semua. Yang terbaik menurut Allah, itulah yang    paling utama.</p>
<p align="justify">Selamat berjuang akhi, selamat berjuang ukhti&#8230;,    mulailah dengan bismillah dan niat yang benar, insya    Allah, ridho-Nya akan selalu menghampiri, dan semoga    Allah selalu memudahkan urusan antum.</p>
<p align="justify">Wallahu alam bi showab,</p>
<p align="justify">�</p>
<p align="justify"><em>=====<br />
Author: Abu Aufa<br />
Maraji&#8217;: Konsultasi Ustadz Bukhori Yusuf, Lc, MA dan Ustadz M. Ihsan Tandjung,    Lc </em></p>
<p align="justify"><em>Pengirim : FERRY HADARY OHKAWA<br />
Laboratory Department of Control Engineering and Science<br />
Faculty of Computer Science and Systems Engineering<br />
Kyushu Institute of Technology-Japan</em></p>
<p align="justify">sumber : http://www.dudung.net/artikel-islami/saat-bingung-memilih-pasangan.html<em><br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/politikcinta.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/politikcinta.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/politikcinta.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/politikcinta.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/politikcinta.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/politikcinta.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/politikcinta.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/politikcinta.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/politikcinta.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/politikcinta.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/politikcinta.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/politikcinta.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/politikcinta.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/politikcinta.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=politikcinta.wordpress.com&amp;blog=5291709&amp;post=73&amp;subd=politikcinta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://politikcinta.wordpress.com/2008/11/16/saat-bingung-memilih-pasangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f9fafe82bc470199275a1515de712e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gun gun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;BUKAN SEKEDAR WANITA BIASA&#8221;</title>
		<link>http://politikcinta.wordpress.com/2008/11/16/bukan-sekedar-wanita-biasa/</link>
		<comments>http://politikcinta.wordpress.com/2008/11/16/bukan-sekedar-wanita-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 07:47:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>politikcinta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[cari jodoh]]></category>
		<category><![CDATA[cari wanita saleha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://politikcinta.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[By : R4RH4 (4121X13) &#8220;De&#8217;..cariin pendamping buat kakak yaa ?? Mas Rizal udah siap nikah nih !!&#8221;, begitu tulis e-mail Mas Rizal, kakakku yang kerja di Batam kepadaku, singkat dan jelas..tapi susah !! Sebab, aku akhir-akhir ini ngerasa jengah banget dengan kriteria macem-macem dari kakakku. Susah juga punya kakak yang bujang lapuk banget seperti dia..abis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=politikcinta.wordpress.com&amp;blog=5291709&amp;post=68&amp;subd=politikcinta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><em>By : R4RH4 (4121X13)</em></p>
<p align="justify">&#8220;De&#8217;..cariin pendamping buat kakak yaa ?? Mas Rizal udah    siap nikah nih !!&#8221;, begitu tulis e-mail Mas Rizal, kakakku yang kerja di    Batam kepadaku, singkat dan jelas..tapi susah !!</p>
<p align="justify">Sebab, aku akhir-akhir ini ngerasa jengah banget dengan kriteria    macem-macem dari kakakku. Susah juga punya kakak yang bujang lapuk banget seperti    dia..abis usianya sudah bisa dikategorikan tua banget, 27 tahun. Memang, menurut    dia belum tua banget, abis temen-temen kakak di Batam, sama juga seperti kakak,    belum ada yang nikah di usia segitu..bujang lapuk, gitu aku menyebutnya.<span id="more-68"></span></p>
<p align="justify">Padahal banyak wanita, banyak akhwat yang siap menikah dan tak    urung sering mendekatiku agar dikenalkan dengan kakakku. Apalagi didukung postur    tubuh dan wajah imut kakakku, yang orang lain takkan menyangka bahwa usia kakakku    sudah 27 tahun, kelihatannya sih masih 20 tahunan gitu� Aku sebenarnya    mau sih nyariin Kakakku, tapi..dengan kriteria seabreg yang disodorkan kakak    padaku, aku jadi nggak tega nyariin buatnya. Pernah kutanya kriteria minimalnya..&#8221;Mas,    ada kriteria minimalnya nggak ??, coba kusentil dengan pertanyaan seperti itu..</p>
<p align="justify">Jawabnya, &#8220;Minimal mirip De&#8217; Rani aja ya ?? Tapi sepuluh    kriteria yang Mas Rizal sebutin tempo hari.. minimal harus ada !! Udah yaa..Mas    banyak kerjaan nih, kalo bisa dalam satu &#8211; dua bulan ini Mas Rizal nggak nelfon-nelfon    lagi, dan lebaran nanti pas Mas Rizal pulang, harus ada !!&#8221;, nada perintah    kakakku terdengar mantap dan jelas, aku sampe terlongong didepan telpon. Tak    sadar bahwa Mas Rizal sudah menutup telpon dan mengucapkan salam.</p>
<p align="justify">Kubaca lagi kriteria Mas Rizal dalam e-mail yang dikirimkan padaku    dua bulan yang lalu. Aku bermaksud akan mencetak e-mail mas Rizal yang panjang    tentang &#8220;Sepuluh kriteria Mas Rizal itu, diantaranya adalah : Agama dan    akhlaknya bagus, Menguasai Fiqh Islam, Bisa sedikit bahasa Arab (minimal Bahasa    Arab Pasif, untuk memahami Al Qur&#8217;an ) ; Berjilbab ; Sabar ; Cerdas / Smart    ; Harus bisa masak, terutama makanan thoyyib dan halal, minimal makanan kesukaan    kakak, Sayur Sop ; Mukanya selalu ceria dan bersinar cerah ; Putih ; Tinggi    ; Langsing ; dan Menguasai Teknologi (Komputer / Internet), Psikologi, Manajemen.    Trus kriteria lain : Kalo bisa matanya bening, dan jernih ; punya lesung pipit    yang manis ; pipinya merah delima ; bibirnya merekah ; tubuhnya bersih (tak    ada cela) ; bau badannya selalu wangi ; lehernya berjenjang ; mandiri (bisa    menghasilkan uang sendiri) ; jari-jemarinya lentik ; dan bisa naek sepeda (sebab    di Batam, kemana-mana musti naek sepeda !!) .. entar kalo ada yang kurang, Mas    Rizal telfon ade&#8217; lagi deh, ok ? Teman-teman ade&#8217; khan banyak, cariin ya??&#8221;    Aduuhh..aku sibuk mencari siapa yaa yang cocok untuk Mas Rizal dari kesemua    teman wanitaku. Aku lelah, capek.. tanya ke Ustadzah dengan kriteria seabreg    gitu..malu banget rasanya.. Mana ada wanita sesempurna seperti pilihannya.</p>
<p align="justify">Sepatah kalimat muncul di nokia mungilku, &#8220;De&#8217;, jangan patah    semangat yaa..cariin yang terbaik untuk Mas Rizal !!&#8221;. Mas Rizal, lagi-lagi    dengan sikapnya yang misterius terus mendesakku.. apakah mas Rizal bener-bener    siap dengan segala kriteria yang diajukannya ?? Aku sungguh tak mengerti !!    Lekas kubalas SMS singkat pula, &#8220;Mas Rizal, kalo bisa minta tolong Ustadz    &#8211; ustadz Mas Rizal sendiri di Batam, yaa..?? Jangan tunggu calon dari ade&#8217;..SUSAH    !!&#8221;. Terus terang, kadang aku minder banget dengan kriteria mas Rizal yang    bejibun banyaknya, aku saja tak memenuhi kriterianya. Pusiiiingg !!! Ya Robb,    tunjukkan hidayah bagi mas Rizal !! Itu calon Mas Rizal, kakakku satu-satunya,    bagaimana juga dengan calon para Ikhwan di luar sana ?? Deuuy..tahu begini aku    tak menyuruh Mas Rizal cepat-cepat nikah !! Anganku melayang kemana-mana, sebab    memang aku yang mendesak Mas Rizal nikah, karena usiaku yang tak terpaut jauh    darinya pun ingin segera menggenapkan setengah Dien juga. Tapi dengan permintaan    Mas Rizal dan harus secepat ini ?? Tak tahulah aku !! Malam ba&#8217;da Qiyamul Lail,    aku sengaja menyeleksi beberapa orang wanita atau akhwat kenalanku yang sekiranya    memenuhi persyaratan ideal Mas Rizal yang kesepuluh. Pertama Si Fitri, &#8220;Semuanya    cocok, tapi..ups.. dia agak tulalit orangnya, dan satu lagi ia suka latah kalo    kaget, aku menggumam sendirian. Si Wati, Nita, Via, Risa..Ahh� capek..    tak ada yang memenuhi syarat kesepuluh dari Mas !! *******************************************</p>
<p align="justify">&#8220;Tiiiiiiiiiiiiiiiitttttttt�&#8221;, terkaget aku mendengar    suara jam beker memekakkan telingaku..sudah hampir subuh.. Ahh, aku ketiduran    semaleman ditemani biodata teman-temanku. Bersijingkat aku dari tempat tidur,    segera mengambil air wudlu.. &#8220;Alhamdulillah..&#8221;, segar pagi itu terasa    sangat menyejukkan hatiku. Hampir jam tujuh pagi, sebelum menyiapkan diri untuk    berangkat mengajar di sebuah SMU, aku mencari-cari catatan kriteria Mas Rizal    yang kemarin sudah kucetak. Kurang sebulan lagi sudah lebaran, aku harus berusaha    keras mencari data akhwat ke teman-temanku yang lain, rencanaku sepulang dari    mengajar nanti. Kusimpan baik-baik alamat beberapa teman SMU, teman kuliahku    dulu, agar nanti tak kerepotan aku mencari sendiri. Aku akan minta tolong mereka    juga. Ikhtiarku..</p>
<p align="justify">&#8220;Kring..kring..&#8221;, telfon di dekatku langsung kusambar,    &#8220;Assalammu&#8217;alaikum..&#8221;, terdengar sahut salam di seberang sana, &#8220;Ini    De&#8217;Rani, yaa ?? De&#8217;..ini Mas Rizal.. gimana khabarnya ?? &#8216;Afwan, Mas Rizal sengaja    telfon pagi-pagi gini. Tadi ada acara di rumah Ustadz Mas Rizal, jadi sekalian    Mas Rizal telfon ade&#8217;, pengen tahu perkembangan pencarian buat mas Rizal, yang    memenuhi kriteria ada nggak ?&#8221;, intonasi suara Mas Rizal terdengar mantap    dan agak riang. &#8220;Belum Mas !! &#8216;Afwan yaa..Ade&#8217; ndak punya temen seperti    kriteria Mas Rizal !!&#8221;, suaraku mantap. &#8220;Ya udah deh, nggak usah repot-repot..Mas    Rizal nggak mau ngerepotin ade&#8217; !&#8221;.</p>
<p align="justify">&#8220;Bener nih ?? Ntar ade&#8217; nggak jadi nikah dong Mas ?? Sebab,    Ibunda bilang kalo Ade&#8217; pengen nikah, musti nunggu Mas Rizal nikah dulu, lagipula    ade&#8217; nggak mau duluan dari Mas Rizal nikahnya ??&#8221;, aku mencoba beri pengertian    pada Mas Rizal. Sebab Ibundaku mulai khawatir aku menjadi perawan tua, nggak    laku kawin gara-gara nunggu mas Rizal nikah.</p>
<p align="justify">&#8220;De&#8217;, makanya ade&#8217; nggak usah repot-repot nyeleksi akhwat    untuk Mas Rizal. Insya Allah, ada khabar baik dari Ustadz Mas Rizal�.&#8221;.    terdiam lama mas Rizal. &#8220;Halo..mas Rizal masih disitu ?? Khabar baik apaan    mas ??&#8221;, ucapku bersemangat.</p>
<p align="justify">&#8220;Insya Allah, permata dunia seperti kriteria Mas Rizal sudah    tersedia. Dan tadi Mas Rizal udah ta&#8217;aruf dengan akhwat itu, jadi ..Mas minta    Ade&#8217; kasih tahu sama Ibunda dan Ayah, kalo dalam waktu dekat Mas mau mengkhitbah    akhwat pilihan Mas Rizal, sekaligus mohon restu, agar pernikahan Mas Rizal akan    diadakan secepatnya di Batam &#8211; rumah akhwat calon Mas, kalo di Jakarta, rumah    kita, Mas Rizal mau aja, tapi bilang ama Keluarga, Mas Rizal mau secara sederhana    saja, sebab waktu cuti kerja buat Mas Rizal cuma seminggu. Kalo Ade&#8217; dan keluarga    pengen ikut ke Batam, biayanya Mas Rizal transfer aja ke rekening ade&#8217; dalam    waktu dekat.. kasih tahu Mas Rizal yaa..?? gimana ??&#8221;.</p>
<p align="justify">Aku hanya bisa terpana mendengar tuturan panjang Mas Rizal, jadi..jodoh    Mas Rizal sudah ada ?? &#8220;Subhanallah.. Barakallah.. Alhamdulillah, ade&#8217;    nggak repot-repot nyariin buat Mas Rizal. Mungkin, cuma Ibu ama Bapak, dan Ade&#8217;    aja yang ikut, yaa ? Keluarga besar kita ndak ikut ke Batam ?? Trus kesana pake&#8217;    uang ade&#8217; dulu aja, entar kalo mas Rizal abis nikah, mas Rizal ganti yaa ??&#8221;,    ucapku merajuk</p>
<p align="justify">&#8220;Ya, udah dech De&#8217;..By The Way..kriteria Abang yang kemaren    itu, semuanya sudah dimiliki oleh Akhwat, calon istri pilihan Abang. Mas Rizal    harap Ade&#8217; dan keluarga nggak kaget yaa entar kalo melihat akhwat tersebut !!    Ok ?? Eh, udah dulu yaa.. pulsanya jalan terus nih, entar keburu abis pulsa    HP Mas Rizal..udah yaa ? Wassalammu&#8217;alaykum Wr.Wb&#8221;.</p>
<p align="justify">Kuletakkan gagang telfon setelah mengucapkan salam. Khabar baik    dari Mas Rizal telah menemukan apa yang selama ini dicarinya, akhwat pilihan    Mas Rizal, entah sempurna seperti apakah pilihan Mas Rizal, kriteria yang bejibun    banyaknya yang membuatku minder, mudah-mudahan wanita, akhwat pilihan mas Rizal    memang paket special dari Allah untuk mas Rizalku yang cakepnya juga diatas    rata-rata..</p>
<p align="justify">Sujud Syukur segera kutunaikan, karena tak perlu hari ini aku    berpayah-payah mencari ke beberapa temanku untuk mencari wanita spesial buat    mas Rizal, karena toh akhwat itu ternyata tak jauh dari tempat Mas Rizal bekerja    di Batam. **************************************</p>
<p align="justify">Rombongan Mas Rizal, aku, kedua orangtuaku, dan Ustadz Mas Rizal    serta beberapa dari teman ikhwan Mas Rizal mendampingi Mas Rizal di hari resepsi    pernikahan yang lumayan sederhana. Aku dan pihak keluarga masih belum dikenalkan    oleh calon Istri Mas Rizal. Mas Rizal belum mengijinkan, sebab itu surprais    dan kejutan manis buat kami sekeluarga.</p>
<p align="justify">Aku masih berada di belakang mas Rizal, ketika akad nikah berlangsung,    akhwat-calon istri Mas Rizal masih di dalam kamar pengantinnya. Setelah resmi    akad nikah dilakukan dan kedua calon mempelai dipertemukan serta melakukan sholat    sunnah. Tibalah aku dipertemukan dengan istri Mas Rizal yang ternyata.. Subhanallah..Allahu    akbar..</p>
<p align="justify">Berdegup jantungku, melihat Mas Rizal memanggilku dan kedua orangtuaku�&#8221;De&#8217;,    sini deket ama Mas Rizal, sama Ibu dan Bapak yaa..Mas Rizal mau kenalin nih    ama Istri Mas tercinta&#8221;, ucap Mas Rizal sambil berkedip kearah istrinya    yang saat itu menggunakan gaun putih pengantin, sementara Mas Rizal mengenakan    jas, serasi dengan gaun istrinya.</p>
<p align="justify">&#8220;Mbak Izzah. De&#8217; Rani..udah kenal ama Mbak khan di Jakarta    ??&#8221;, suara lembut wanita itu singgah ke otakku. Allahu Robbi..Aku tak percaya    melihat sosok wanita dihadapanku..sosok akhwat mulia yang menjadi pendamping    Mas Rizal..Allahu Akbar..kiranya inilah bidadari sempurna yang diberikan Allah    pada Mas Rizal di dunia, dan lidahku kelu tak bisa berkata apa-apa untuk mengungkapkan    semua yang muncul sekilas dihatiku dan ingin segera kukatakan pada Mas Rizal.    Tiba-tiba..dari sudut mataku, aku menangis terharu.. bahkan kedua orang tuaku    pun demikian, tak percaya dengan wanita pilihan Mas Rizal..yang bukan hanya    sempurna, tapi memang bukan sekedar wanita biasa.. Kami telah mengenal wanita    itu sejak lama.. Subhanallah.. ****************************************</p>
<p align="justify">Yup..Wanita atau Akhwat Spesial pilihan Mas Rizal, adalah seorang    Janda (istri dari salah satu ikhwan yang telah meninggal dalam usahanya berdakwah    di Ambon, menegakkan Ad Dien), usianya pun sudah hampir 32 tahun, anak Beliau    sudah empat, mirip ketika Nabi SAW menikahi Ibunda Khadijah r.a..yang hingga    akhir hayatnya setia mendampingi Rasulullah SAW.</p>
<p align="justify">Alhamdulillah..agaknya kedua orangtuaku pun setuju dengan pilihan    Mas Rizal, karena sejak dulu Ibundaku sangat menghormati Mbak Izzah Syifana,    istri Mas Rizal, bahkan ingin segera menjodohkan Mas Rizal dengan Beliau meski    statusnya sudah menjanda. Tetapi Mbak Izzah terlanjur pindah mengikuti kehendak    kakaknya yang Ustadz juga di Batam. Tak tahunya..jodoh memang tak kemana, di    Batam pula akhirnya Beliau dipertemukan dengan Mas Rizal, Kakakku tercinta.    Baru aku tahu, kenapa banyak kriteria yang Mas Rizal ajukan, sebab Mas Rizal    memang orang yang spesial, sehingga berbesar hati dan berlapang dada menerima    akhwat yang terlampau lebih spesial dari kriteria Mas Rizal sendiri !! Semoga    Barakah dan limpahan rahmat senantiasa menyertainya..Amin. Dalam e-mail Mas    Rizal, dua bulan sejak resepsi sederhana diJakarta, rumah kami sekeluarga, Mas    Rizal baru menerangkan kenapa banyak sekali kriteria yang diajukan Mas Rizal    kepadaku, sebab hampir-hampir saat ini memang tak ada akhwat sejenis itu di    Jakarta, kecuali akhwat produk jaman kuliah Mas Rizal, yang memang aku mengakui    sangat bagus ghirah atau semangatnya dalam berdakwah.</p>
<p align="justify">Teman-temanku yang pernah memendam hati pada Mas Rizal serentak    &#8216;agak&#8217; kecewa, setelah kusampaikan kabar terbaik tentang pernikahan Mas Rizal,    karena Mas Rizal perfect banget orangnya.</p>
<p align="justify">Lantas, Mas Rizal menuturkan kembali, tentang kriterianya satu    persatu : &#8220;De&#8217; Rani, tahu ngga&#8217; kenapa harus banyak kriteria untuk istri    Mas ? Mas Rizal ingin ade&#8217; seperti Mbak Izzah, istri Ms untuk meningkatkan kualitas    pribadi ade&#8217;, diantarannya ialah : <strong>Agama dan akhlak ade&#8217; musti bagus, Menguasai    Fiqh Islam, Bisa sedikit bahasa Arab (minimal Bahasa Arab Pasif, untuk memahami    Al Qur&#8217;an) </strong>: Mas Rizal pun hingga kini belajar capai semua dengan susah    payah, sampai menunda nikah di usia yang ke-27, sebab lelaki yang jadi Qowwam    / pemimpin dalam keluarganya dan ketika di rumah, sang Istri wajib kiranya mengajari    hafalan Qur&#8217;an pada jundi &#8211; jundiyahnya..</p>
<p align="justify"><strong>Berjilbab :</strong> karena ia sering membersihkan / mengeramasi    *RAMBUT*nya dengan *JILBAB* yang akan menghilangkan *KETOMBE* dari pandangan    lelaki yang belum tentu menjadi *JODOH* nya ! Sudah jelas khan De&#8217; kriteria    seperti ini ?? Yang pasti Akhwat dong De&#8217;..:).. Istri Mas musti Sabar dan tahan    bantingan : he..he.. maksud Mas Rizal, sabar saat suka dan duka .. mendampingi    Mas Rizal yang kurang sabar..he.. he.. ketahuan yaa De&#8217;..tapi hingga saat ini,    Mas Rizal belajar sabar dari..Mbak Izzah !</p>
<p align="justify"><strong>Cerdas / Smart :</strong> Ini perlu, untuk kelanjutan visi dakwah    Mas Rizal, menegakkan Islam di Bumi Allah dan bisa mengambil kebijakan ketika    Mas Rizal mengalami kesulitan..Amin..</p>
<p align="justify"><strong>Harus bisa masak, terutama makanan yang thoyyib dan halal,    minimal makanan kesukaan kakak, Sayur Sop : </strong>Ups..yang satu ini musti De&#8217;,    tapi jangan diketawain yaa, sebab apa gunanya bisa masak doang, tapi nggak taunya    ada yang haram dalam bumbu atau gak bergizi tuk perkembangan jundinya kelak..:)..    Mukanya selalu ceria dan bersinar cerah : Maksud Abang, Akhwat tersebut harus    selalu berhias dan pake&#8217; bedak di *WAJAH*nya dengan *AIR WUDLU*, niscaya akan    bercahaya diakhirat, dan menyejukkan pandangan Abang, ketika melihat muka Beliau    sepulang Abang dari kerja..</p>
<p align="justify"><strong>Putih : </strong>Seputih ruhani dan hatinya akibat sering Sholat    Sunnah di malam hari, hingga hatinya senantiasa bebas dari penyakit hati, seperti    dengki, iri, hasutan, dan lainnya, ade&#8217; pasti tahu mengenai hal ini..</p>
<p align="justify"><strong>Tinggi : </strong>Sebab ia selalu memasang *SEPATU JIHAD* pada    *KEDUA KAKI*nya untuk menegakkan Kebenaran dan Keadilan di bumi ?, bukan untuk    membuatnya Tinggi hati / sombong !!</p>
<p align="justify"><strong> Langsing :</strong> dengan tubuhnya yang langsing ia mampu QANAAH    dalam mengarungi bahtera rumah tangga kami kelak, ini diperlukan, agar ia mampu    Zuhud, berkecukupan dengan ma&#8217;isyah atau penghasilan dari Mas, baik sedikit    maupun banyak, sehingga dan satu lagi..ia biasa Shoum / Puasa sunnah..Alhamdulillah,    yang pasti ade&#8217; juga donk !!</p>
<p align="justify"><strong> Menguasai Teknologi (Komputer / Internet), Psikologi, Manajemen    : </strong>Untuk mendidik jundi-jundiyah Mas Rizal kelak, agar mampu berkiprah di    tengah masyarakat dan mengahadapi tantangan jaman..</p>
<p align="justify"><strong>Kalo bisa matanya bening, dan jernih :</strong> Akhwat tersebut    mampu menjadikan *GHADDUL BASHOR* (Menundukkan Pandangan) sebagai *HIASAN KEDUA    MATA*nya, niscaya makin bening dan jernih.</p>
<p align="justify"><strong>Punya lesung pipit yang manis :</strong> sebab ia selalu merawat    *LESUNG PIPIT*nya dengan *MASKER SENYUMAN*, niscaya dihadapan Mas Rizal senyum-nya    akan semakin berseri-seri menawan hati..ehm</p>
<p align="justify"><strong>Pipinya berwarna merah delima :</strong> Ia harus menggunakan *PEMERAH    PIPI* pada pipinya dengan Kosmetika *RASA MALU* yang dijual di *SALON IMAN*,    agar ia terlihat anggun di depan Mas Rizal..</p>
<p align="justify"><strong>Bibirnya merekah : </strong>karena setiap berhias, ia senantiasa    mengoleskan *LIPSTIK KEJUJURAN* pada *BIBIR* nya, niscaya akan semakin indah.    Tubuhnya bersih (tak ada cela) =&gt; sebab ia senantiasa membaluti *TUBUH*nya    dengan *PAKAIAN TAQWA*, niscaya ia makin bersahaja, begitu juga dengan telinganya    yang selalu dipakaikan *GIWANG MUSTAMI&#8217; (PENDENGAR)*, agar selalu taat dan patuh    kepada ? dan Rasul-Nya, serta nurut pada suami tentunya..yaa De&#8217; ??</p>
<p align="justify"><strong>Bau badannya selalu wangi : </strong>sebab ia selalu memakai *SABUN    ISTIGHFAR* untuk meng-hilangkan semua dosa dan kesalahan yang ia lakukan. Lehernya    berjenjang : Tak lupa ia selalu mengenakan *KALUNG &#8216;IFFAH (KESUCIAN)* di*LEHER*    jenjangnya, niscaya akan semakin berkilauan. Jari-jemarinya lentik : karena    ia menghiasi *KEDUA TANGAN*nya dengan *GELANG TAWADHU&#8217; (RENDAH HATI)*, niscaya    orang akan kagum padanya dan memberi *JARI-JARI LENTIK*nya dengan *CINCIN UKHUWAH    Islamiyah* (persaudaraan di Jalan Allah &#8211; ?), niscaya ia makin disayang banyak    orang, terutama Mas Rizal..:)..</p>
<p align="justify"><strong>Mandiri (bisa menghasilkan uang sendiri) :</strong> agar ketika    Mas Rizal di PHK atau nggak kerja lagi atau berangkat Jihad atau Dakwah, Beliau    &#8211; Istri Abang mampu memberi asap untuk dapurnya.. Lagi pula, Mas Rizal rencananya    pengen Poligami..ups.. of the record deh ! Tunggu Bulan Madu yang belum selesai..dan    nunggu Mas Rizal punya rumah mewah, mobil de el el..eh mungkin ndak yaa De&#8217;    ?? J</p>
<p align="justify"><strong>Dan bisa naek sepeda : </strong>yang ini nih belajar tirakat juga,    abis kalo di Batam, kemana-mana musti naek sepeda, Mas Rizal kan belum bisa    beli Motor / Mobil sendiri !! Biaya hidup di Batam mahal..dua kali lipat di    Jakarta De&#8217;..jadi musti hemat !! Di Akhir e-mailnya yang terlampau panjang,    Mas Rizal menuliskan kata-kata : &#8220;Kalo kita berkualitas dan spesial di    hadapan Allah, niscaya jodoh yang akan datang kepada kita pun demikian seperti    halnya kita&#8221;. ***************************************</p>
<p align="justify"><strong>EPILOG :</strong> Allahu Akbar..begitu panjang penjelasan kriteria    Abang, yang aku sendiri belum bisa mencapainya hingga saat ini.., aku tak tahu    sejak kapan mas Rizal memperoleh kriteria yang Subhanallah, tak sanggup aku    menjadi wanita sempurna seperti makna yang ada didalamnya, tapi aku tetap bertekad    untuk belajar membaiki semuanya seperti apa yang diinginkan Mas Rizal..kakakku    sayang.</p>
<p align="justify">No body&#8217;s perfect !! Kini, diusiaku yang ke-24 tahun, saat nikah    itupun tiba.dan telah hadir pendamping disisiku.. kriterianya pun tak jauh seperti    Mas Rizal..Beliau seusia Mas Rizal, 27 tahun.</p>
<p align="justify">Beliau tidak seperti kebanyakan lelaki biasa, bukan sekedar ikhwan    biasa, Beliau teramat spesial yang dihadirkan Allah untukku. Namanya Bang Arif,    begitu aku memanggilnya.. Bang Arif sudah beristri.. dan aku sudah mempercayakan    biduk rumah tanggaku padanya.. tuk bersedia Poligami.. Selama ini hubunganku    dengan mbak Aisyah, istri Bang Arif pun baik-baik saja, dan hingga kini pun    ada perasaan rughbah (kesenangan) diantara kami berdua. Dari beliau, Mbak Aisyah    juga aku bisa belajar menjadi wanita sholehah idaman ikhwan..eh maksudku ..idaman    Insan !! Karena dari tangan-tangan wanita Sholehah akan terlahir mujahid-mujahidah    dakwah baru yang akan menegakkan Islam di Bumi Allah..</p>
<p align="justify">Disamping itu, kami..Aku, Mbak Aisyah dan Bang Arif tak pernah    henti untuk saling memotivasi.. Allahu Akbar..!! [28082002..saat detik-detik    "Mati" seakan tertatih dan kerap menghampiri..Ya Robbi.. sabarkan    aku meniti panjangnya jalan dakwah ini.. Amin !!] Buat &#8220;..&#8221; yg belum    nikah..kapan nikah ?? ditunggu undangannya !</p>
<p>sumber : http://www.dudung.net/artikel-islami/bukan-sekedar-wanita-biasa.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/politikcinta.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/politikcinta.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/politikcinta.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/politikcinta.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/politikcinta.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/politikcinta.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/politikcinta.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/politikcinta.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/politikcinta.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/politikcinta.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/politikcinta.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/politikcinta.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/politikcinta.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/politikcinta.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=politikcinta.wordpress.com&amp;blog=5291709&amp;post=68&amp;subd=politikcinta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://politikcinta.wordpress.com/2008/11/16/bukan-sekedar-wanita-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f9fafe82bc470199275a1515de712e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gun gun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aih&#8230; Aih&#8230;</title>
		<link>http://politikcinta.wordpress.com/2008/11/16/aih-aih/</link>
		<comments>http://politikcinta.wordpress.com/2008/11/16/aih-aih/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 07:42:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>politikcinta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan suami istri]]></category>
		<category><![CDATA[romantika rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://politikcinta.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Cinta, duuuh cinta&#8230; Virus cinta emang bisa bikin blingsatan dan jungkir balik gak karuan. Uring-uringan, hingga makan tak enak, tidur pun tak nyenyak. Bahkan dapat merubah pribadi seseorang, yang awalnya benci banget kata-kata puitis nan manis, mendadak jadi pujangga yang pandai menebar janji tuk memikat hati. Sambil bersimpuh dengan seikat bunga mawar ditangan, sang pujangga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=politikcinta.wordpress.com&amp;blog=5291709&amp;post=66&amp;subd=politikcinta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cinta, duuuh cinta&#8230;<br />
Virus cinta emang bisa bikin blingsatan dan jungkir balik gak karuan. Uring-uringan, hingga makan tak enak, tidur pun tak nyenyak. Bahkan dapat merubah pribadi seseorang, yang awalnya benci banget kata-kata puitis nan manis, mendadak jadi pujangga yang pandai menebar janji tuk memikat hati.</p>
<p>Sambil bersimpuh dengan seikat bunga mawar ditangan, sang pujangga pun merayu sang pujaan, &#8220;Duhai belahan hati, tak dapat kuhidup tanpa dirimu di sisi.&#8221;<span id="more-66"></span></p>
<p>Kadang ia bergaya bagaikan bintang film India, &#8220;Adinda&#8230;, belahlah dadaku ini, kan kau lihat ada dirimu di sana.&#8221;</p>
<p>Sang gadis pun tersipu malu, hidung kembang-kempis dan jempol kaki jadi gede, &#8220;Idih&#8230; abang bisa aja nih.&#8221;</p>
<p>Tak peduli siang malam, yang dipikirkan hanya juwita sayang impian seorang. Tak tahan dengan rayuan maut sang pujangga karbitan, si gadis pun langsung jatuh cinta. Jiwa terbang ke awang-awang, bermain dengan bintang gemintang.</p>
<p>Akhirnya, adik jadi milik abang seorang.</p>
<p>Cihuiii&#8230; nikah juga!!!</p>
<p>Pesta tiga hari tiga malam pun diadakan, ngikutin tradisi bintang-bintang sinetron atau anak orang-orang kaya. Meriah, dengan orkes dangdut setiap malam yang memekakkan telinga, juga tak ketinggalan pemutaran layar tancap di depan rumah.</p>
<p>Tamu-tamu begitu banyak yang datang, dan tak henti-hentinya ucapan selamat dihaturkan, &#8220;Duuh neng, cantiknya&#8230;,&#8221; seraya tangan mencubit gemes pengantin perempuan.</p>
<p>&#8220;Aduuh!&#8221; ternyata nyubitnya sakit juga, sambil ngedumel dalam hati, &#8220;Iih&#8230; luntur deh make-up, nih ibu reseh banget sih!&#8221;</p>
<p>Tapi senyuman masih mengembang, memikirkan banyaknya amplop yang akan diterima, dan kembali berbisik dalam hati, &#8220;Sudah tradisi&#8230;,&#8221; menirukan iklan produk biskuit di tivi.</p>
<p>Rasa puas serta bahagia terpancar dari kedua pasangan, dan tentu saja keluarga besar. Bangga, bisa membuat pesta gede-gedean karena katanya itu simbol kaum terhormat dan kaya raya.</p>
<p>Rencana bulan madu pun tak lupa dipikirkan, &#8220;Bang, ntar kita bulan madu kemana?&#8221; tanya istri sambil bergelayut manja.</p>
<p>&#8220;Kemana aja boleh, terserah adikku sayang,&#8221; sambil mencium pipi dengan mesra, muaaah! Maklum, pengantin baru.</p>
<p>&#8220;Huu&#8230; yang benar dong jawabnya,&#8221; pura-pura merajuk.</p>
<p>&#8220;Kalo ke bulan, adik mau ikut?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ikuuut&#8230;,&#8221; sambil memegang erat tangan kekanda tercinta.</p>
<p>Aih&#8230; aih&#8230;</p>
<p>* * *</p>
<p>Cinta, duuuh cinta&#8230;<br />
Di awal pernikahan duhai sungguh indah, sayang-sayangan yang bikin mabuk kepayang. Makan saling suap-suapan, di jalan pun tangan saling bergandengan, hingga kadang membuat iri yang belum menemukan pasangan. Tak lupa foto adinda yang sedang tersenyum dipajang di meja kerja, dielus-elus saking cintanya, karena tak sabar ingin segera pulang ke rumah.</p>
<p>Jam kerja kadang digunakan untuk telpon-telponan, &#8220;Lagi ngapain, honey?&#8221;</p>
<p>Karena masih pengantin baru, masih gede rasa cemburu.</p>
<p>&#8220;Hani? Siapa tuh Hani? Kan namaku bukan Hani, pacar baru lagi ya?&#8221;</p>
<p>Hiks&#8230; hiks&#8230; hiks&#8230;</p>
<p>Hah???</p>
<p>* * *</p>
<p>Waktu berlalu, hari berganti hari hingga tahun berganti tahun. Layaknya sebuah kehidupan, tentu ada pasang surut. Roda pun tak selalu di atas, selalu ganti berputar. Begitu juga perjalanan bahtera rumah tangga anak manusia, kadang manis tak jarang pula sebaliknya.</p>
<p>Gejolak cinta di masa muda yang begitu bergelora untuk mendapatkan pasangan jiwa lalu berganti dengan keluh kesah, hingga bosan pun meranggas cinta. Suami yang dulu begitu mesra, perlahan mulai lupa dengan yang di rumah. Sang istri kini lebih sering merenung sambil bersenandung lagu Kemesraan-nya Franky Sahilatua, berharap kemesraan yang dulu janganlah cepat berlalu.</p>
<p>Istri kadang sendirian, karena kekanda tercinta suka pulang larut malam. Makan malam yang dihidangkan pun kini tak lagi disentuh, karena restoran telah menjadi pilihan. Dilayani pelayan-pelayan yang berpenampilan rapih, bagi sang suami lebih menyenangkan daripada disambut istri yang wajahnya penuh dengan masker bengkoang dan celemek kucel penuh bau masakan beraneka-ragam. Bahkan tak jarang kepala bermahkotakan rol rambut aneka warna.</p>
<p>Ah&#8230; Rumah tangga kini tak lagi tampak mesra. Suami yang dulunya selalu berjanji sehidup semati, kini lain di bibir, lain di hati. Sindir menyindir sering jadi luka yang menyayat pedih.</p>
<p>* * *</p>
<p>&#8220;Neng&#8230; manusia itu tak ada yang sempurna, semua pasti ada kekurangannya,&#8221; nasehat Wak Haji di mushola kecil yang diapit rumah-rumah mewah di kompleks perumahan tersebut.</p>
<p>&#8220;Suami istri saling cekcok atau bertengkar itu hal yang biasa,&#8221; beliau kembali menambahkan.</p>
<p>&#8220;Wak Haji juga dong?&#8221; cepat memotong.</p>
<p>&#8220;Lha iya, emang saya bukan manusia?&#8221; Wak Haji menjawab sambil mesem-mesem.</p>
<p>&#8220;Lho, mestinya Wak Haji ngasih contoh yang baik, masak udah haji kok bertengkar?&#8221;</p>
<p>Lalu kembali berkomentar, &#8220;Kalo Wak Haji yang udah tua gini masih juga suka berantem, lha kita yang muda ini nyontohnya ke siapa? Wak Haji mikir dong, mikir&#8230;!&#8221;</p>
<p>Wuaaah&#8230;!!!</p>
<p>&#8220;Aih&#8230; aih&#8230; Wak Haji gitu aja marah, terusin deh&#8221; senyum-senyum.</p>
<p>Sambil menahan gemes, Wak Haji pun melanjutkan, &#8220;Neng juga harus inspeksi diri sendiri&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Mungkin introspeksi ya Wak, maksudnya?&#8221; membenarkan.</p>
<p>&#8220;Oh iya, ya itu&#8230;, Neng juga harus intrupsi&#8221;</p>
<p>&#8220;Introspeksi Wak, bukan intrupsi!&#8221; kembali membenarkan, sembari menahan kesal.</p>
<p>&#8220;Aduuh&#8230; susah ya pakai istilah tingkat tinggi, apa tadi, inflasi?&#8221; Wak Haji bertanya kembali.</p>
<p>Wuaaah&#8230;!!!</p>
<p>&#8220;Aih&#8230; aih&#8230; Neng, gitu juga marah, he&#8230; he&#8230; he&#8230;,&#8221; Wak Haji terkekeh-kekeh, girang banget bisa membalas.</p>
<p>&#8220;Tak ada gading yang tak retak, demikian juga rumah tangga. Lautan masih terlalu luas terbentang, ribuan karang siap menghadang, ombak pun kadang menerjang. Karena itu semua persoalan tak hanya dapat dipecahkan dengan cinta, tapi juga butuh sikap dewasa,&#8221; nasehat Wak Haji.</p>
<p>Kembali beliau menambahkan,</p>
<p>&#8220;Untuk bersikap dewasa harus ada yang namanya ujian. Nah&#8230;, jadikan ujian itu sebagai pernik-pernik dalam pernikahan, ia akan menjadi indah saat setiap pasangan menyikapinya dengan dewasa, bukan dengan amarah. Sikap dewasa akan menyuburkan cinta, sehingga istri atau suami akan lebih mengutamakan pasangannya. Misalnya nih contoh gampangnya, kadang si istri lebih senang berdandan untuk orang lain daripada suaminya, atau sebaliknya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Maksudnya Wak Haji?&#8221; bertanya, karena belum jelas.</p>
<p>&#8220;Iya, coba si Neng inspeksi, eh&#8230; apa tadi, inflasi?&#8221; sahut Wak Haji seraya membenarkan letak kopiahnya.</p>
<p>&#8220;Idih mulai lagi nih, introspeksi, Wak Haji&#8221; sambil menahan senyum.</p>
<p>&#8220;Eh iya, si Neng coba introspeksi diri, apa iya kalo dandan di rumah juga seperti ini? Padahal Islam menganjurkan kalo berdandan untuk suami di rumah itu jauh lebih baik daripada untuk orang lain,&#8221; nasehat Wak Haji bagaikan air bening yang merembes di telaga hati.</p>
<p>Si Neng hanya terdiam, membenarkan. Kemudian ia merenung betapa indah, bahkan teramat indah Islam mengajarkan syariat kepada para pemeluk-Nya, hingga mengatur hal-hal yang sangat sederhana. Ia tertunduk malu, karena terkadang terlalu berlebihan berdandan untuk orang lain saat keluar rumah, padahal yang lebih utama semestinya itu adalah hak kekanda, sang belahan jiwa.</p>
<p>* * *</p>
<p>Krek&#8230; Suara pintu dibuka, suami tercinta baru pulang kerja.</p>
<p>&#8220;Aih&#8230; aih&#8230;, mau kemana malam-malam begini?&#8221; tanya suami curiga, melihat istri yang berdandan begitu cantiknya.</p>
<p>Ia hanya diam, dan tersenyum manis sementara kekanda tercinta masih bengong, menatap tak percaya.</p>
<p>&#8220;Nggak kemana-mana, emangnya gak boleh tampil cantik di rumah?&#8221; jelas adinda sambil mengedipkan genit sebelah matanya.</p>
<p>&#8220;Kata Wak Haji, istri itu harus melayani suami dengan baik, termasuk tampil cantik saat ia ada di rumah,&#8221; menirukan apa yang telah didengarnya di mushola.</p>
<p>Suami terharu, aaah&#8230; ia memang telah tampil beda. Suami pun sadar bahwa dirinya dan juwita tercinta memang sudah beranjak jauh dari masa-masa muda yang penuh gelora, tapi kekuatan cinta akan selalu menjadikan seseorang berusaha memberikan yang terbaik kepada yang dicintainya. Sang pujangga lalu berjanji dalam hati, untuk selalu menjadi pujangga cinta bagi adinda, sang belahan jiwa.</p>
<p>&#8220;Abang&#8230;,&#8221; istri berkata perlahan.</p>
<p>Dalam hati sudah mengira, pasti adinda akan meminta maaf atas segala kekhilafan yang dilakukannya, sehingga dengan cepat ia berkata,</p>
<p>&#8220;Sudahlah dek, abang juga salah, suka mengabaikan tanggung jawab di rumah,&#8221; terharu, mata tambah berkaca-kaca.</p>
<p>&#8220;Aih&#8230; aih&#8230;, emangnya saya mau ngomong apa,&#8221; gerutunya dengan manja, &#8220;Cuma mau nanya, kan udah awal bulan, uang gajiannya mana?&#8221;</p>
<p>Hah???</p>
<p>WaLlahua&#8217;lam bi shawab.</p>
<p>*MERENGKUH CINTA DALAM BUAIAN PENA* Al-Hubb FiLlah wa LiLlah,</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Abu Aufa<br />
(Tulisan ini telah dimuat di buku Diary Kehidupan 2, untuk pembelian di Jepang silahkan menghubungi Sdr. Deddy Nur Zaman: <a href="http://www.nurcendekia.com/" target="_blank">http://www.nurcendekia.com/ </a>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/politikcinta.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/politikcinta.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/politikcinta.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/politikcinta.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/politikcinta.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/politikcinta.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/politikcinta.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/politikcinta.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/politikcinta.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/politikcinta.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/politikcinta.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/politikcinta.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/politikcinta.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/politikcinta.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=politikcinta.wordpress.com&amp;blog=5291709&amp;post=66&amp;subd=politikcinta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://politikcinta.wordpress.com/2008/11/16/aih-aih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f9fafe82bc470199275a1515de712e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gun gun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Amrozi, Kita, Mati&#8221;</title>
		<link>http://politikcinta.wordpress.com/2008/11/09/amrozi-kita-mati/</link>
		<comments>http://politikcinta.wordpress.com/2008/11/09/amrozi-kita-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 12:27:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>politikcinta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[amrozi]]></category>
		<category><![CDATA[mati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://politikcinta.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Dini hari, kemarin, tiga orang yang didakwa menjadi dalang sejumlah teror Bom akhirnya dieksekusi. Setelah sekian lama &#8220;menggantung&#8221; pemerintah melalui Kejaksaan Agung akhirnya mengeksekusi ketiganya, Amrozi, Mukhlas dan Imam Samudera, dengan hukuman tembak peluru tepat ke Jantungnya. Mati. Saya tak tertarik untuk berdebat apakah ketiganya masuk surga atau neraka. Wallahu&#8217;alambishowab. Tapi satu hal yang menggoda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=politikcinta.wordpress.com&amp;blog=5291709&amp;post=64&amp;subd=politikcinta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dini hari, kemarin, tiga orang yang didakwa menjadi dalang sejumlah teror Bom akhirnya dieksekusi. Setelah sekian lama &#8220;menggantung&#8221; pemerintah melalui Kejaksaan Agung akhirnya mengeksekusi ketiganya, Amrozi, Mukhlas dan Imam Samudera, dengan hukuman tembak peluru tepat ke Jantungnya. Mati. Saya tak tertarik untuk berdebat apakah ketiganya masuk surga atau neraka. Wallahu&#8217;alambishowab.</p>
<p>Tapi satu hal yang menggoda pikiran saya, bagaimana seandainya kita tahu kapan hari dimana hidup kita berakhir. Saat semua kenikmatan dunia &#8220;direnggut&#8221;, atau tepatnya &#8220;diminta kembali&#8221; oleh Sang Pemilik Kehidupan, ALLAH SWT. &#8220;Pastinya kalo gitu mah semua orang jadi rajin Ibadah&#8221;, begitu kawanku langsung nyosor menanggapi. Tapi bagi saya mungkin ya tapi mungkin juga tidak.</p>
<p>Kenapa ? Seorang rekan kerja di kantor lama yang, maaf, tergolong laki-laki &#8220;hidung belang&#8221;, pernah mengatakan begini sama saya, &#8220;&#8230;hidup di dunia hanya sekali, terus kalo mati ya selesai gak ada lagi, jadi ya karena itu nikmati sepuas-puasnya hidup ini&#8221;. Maksudnya bahkan kalo setiap saat terus mengobral nafsu hewani kita. Astagfirullah haladzim.  Mungkin kawan saya ini memang tak tahu kapan hari dimana malaikat maut menjemputnya, tapi sesungguhnya dia, termasuk kita, sadar bahwa pada akhirnya kita akan seperti amrozi cs, mati.</p>
<p>Mudah-mudahan dalam setiap saat, tiap hela nafas, bahkan dikala dosa (besar) kita lakukan, ALLAH selalu mengingatkan kita akan mati. Zikrul maut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/politikcinta.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/politikcinta.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/politikcinta.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/politikcinta.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/politikcinta.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/politikcinta.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/politikcinta.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/politikcinta.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/politikcinta.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/politikcinta.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/politikcinta.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/politikcinta.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/politikcinta.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/politikcinta.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=politikcinta.wordpress.com&amp;blog=5291709&amp;post=64&amp;subd=politikcinta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://politikcinta.wordpress.com/2008/11/09/amrozi-kita-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f9fafe82bc470199275a1515de712e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gun gun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Kantor Gelap&#8221;</title>
		<link>http://politikcinta.wordpress.com/2008/11/04/kantor-gelap/</link>
		<comments>http://politikcinta.wordpress.com/2008/11/04/kantor-gelap/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 06:38:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>politikcinta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[gaji telat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://politikcinta.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Medan, 1:37 PM at the office Setelah &#8220;habis beneran&#8221; uang saya semasa lliburan lebaran kemarin, awal bulan di tempat saya bekerja beredar isu bahwa bulan ini gaji karyawan bakal telat. Sehari, dua hari hingga hari ini tanggal empat, bertepatan dengan hiruk pikuk pemilu AS, isu itu ternyata jadi kenyataan. Terlebih bagian keuangan kantor, katanya mendapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=politikcinta.wordpress.com&amp;blog=5291709&amp;post=57&amp;subd=politikcinta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Medan, 1:37 PM at the office</p>
<p>Setelah &#8220;habis beneran&#8221; uang saya semasa lliburan lebaran kemarin, awal bulan di tempat saya bekerja beredar isu bahwa bulan ini gaji karyawan bakal telat. Sehari, dua hari hingga hari ini tanggal empat, bertepatan dengan hiruk pikuk pemilu AS, isu itu ternyata jadi kenyataan. Terlebih bagian keuangan kantor, katanya mendapat email dari kantor pusat, bahwa gaji baru ditransfer pada tanggal  lima november.&#8221;Gelap neh aku sampai tanggal lima&#8221;, begitu seorang kawan mengeluhkan kondisi keterlambatan gaji.<span id="more-57"></span></p>
<p>Dalam konteks tersebut, saya paham kenapa Islam mengajarkan agar majikan untuk tak menunda upah hingga sang kuli atau pekerja kering keringatnya. Bukan saja dampak ekonomis, berupa macetnya keuangan keluarga, tapi juga dampak ikutan berupa meningkatnya suhu politik keluarga antara pasangan suami-istri, terlebih jika sang suami tingkat emosionalnya rendah sehingga setiap persoalan di &#8220;kantor dibawa ke rumah&#8221;.  Dari pihak anak, uang sekolah yang belum terbayar sama artinya rasa rendah diri yang merangkak naikdi hadapan pengurus keuangan sekolah apalagi kalau mereka mendapat tekanan tak bisa mengikuti kegiatan sekolah kalo tak membayar.</p>
<p>Dampak reaktif di tingkat karyawan, sebagaimana terekam di setiap pengamatan saya, adalah kekesalan yang meluap dan diarahkan pada pemilik perusahaan. Yang paling lazim adalah seudzon, <em>negatif thinking</em>. Saya aja sempat terlintas jangan-jangan dipakai buat biaya &#8220;sedot lemak lagi&#8221; ke luar negeri. Maklum nyonya perusahaan kami, sangat menjaga penampilannya. Sementara kawan saya berpikir lebih jauh, &#8220;&#8230; paling ditanamkan di perusahaannya yang baru didirikannya di Batam. Itu  yang bergerak di pengelolaan limbah&#8221;, begitu ujarnya.</p>
<p>Saya pribadi meski belum gajian alhamdilillah sangat bersyukur kawan pengajian (liqo) saya membantu meminjamkan uang untuk keperluan bulanan, maklumlah tabungan saya di rekening BCA dan Muamalat saldonya tak seberapa. Insya Allah pas gajian saya ganti. Makasih ya mas Santo &#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/politikcinta.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/politikcinta.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/politikcinta.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/politikcinta.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/politikcinta.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/politikcinta.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/politikcinta.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/politikcinta.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/politikcinta.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/politikcinta.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/politikcinta.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/politikcinta.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/politikcinta.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/politikcinta.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=politikcinta.wordpress.com&amp;blog=5291709&amp;post=57&amp;subd=politikcinta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://politikcinta.wordpress.com/2008/11/04/kantor-gelap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f9fafe82bc470199275a1515de712e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gun gun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Obama Effect</title>
		<link>http://politikcinta.wordpress.com/2008/11/02/obama-effect/</link>
		<comments>http://politikcinta.wordpress.com/2008/11/02/obama-effect/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 12:24:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>politikcinta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[4 november]]></category>
		<category><![CDATA[john mc cain]]></category>
		<category><![CDATA[obama]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu as]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://politikcinta.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[4 November waktu Amerika Serikat, rakyat setempat akan memberikan suaranya, yang bakal menentukan siapa yang berhak memimpin negara adidaya tersebut. Selain krisis global yang bersumber dari macetnya kredit property di AS, pemilu negeri Paman Sam menjadi hal yang paling banyak diikuti oleh seluruh umat dunia, dari waktu ke waktu. Bukan apa-apa, kebijakan penguasa AS akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=politikcinta.wordpress.com&amp;blog=5291709&amp;post=55&amp;subd=politikcinta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>4 November waktu Amerika Serikat, rakyat setempat akan memberikan suaranya, yang bakal menentukan siapa yang berhak memimpin negara adidaya tersebut. Selain krisis global yang bersumber dari macetnya kredit property di AS, pemilu negeri Paman Sam menjadi hal yang paling banyak diikuti oleh seluruh umat dunia, dari waktu ke waktu. Bukan apa-apa, kebijakan penguasa AS akan secara langsung dan atau tidak langsung mempengaruhi wajah dunia secara global. Suka atau tidak suka, begitulah yang terjadi.</p>
<p>Di Indonesia, rata-rata mereka yang mengikuti perkembangan politik AS kesengsem pada Obama muda. Hampir tidak ada berita yang menayangkan, paling tidak menurut pengamatan saya, ada warga RI yang mendukung John Mc Cain yang veteran itu. Meski seorang veteran TNI sekalipun. Mungkin salah satu alasan karena secara emosional Obama &#8220;lebih dekat&#8221; dengan Indonesia. Waktu kecilnya pernah sekolah di salah satu SD di Jakarta. Kawan-kawan eks SD tersebut bahkan rela memberikan waktu luangnya untuk &#8220;mendirikan&#8221; semacam perkumpulan pendukung Obama.</p>
<p>Hal lain, bagi aktivis dan politisi muda, figur Obama dipandang mewakili spirit perubahan yang efeknya dirasakan kini : kaum muda dianggap publik juga mampu (kembali) berperan. Dan kaum tua diminta untuk legowo jika kontestasi politik saat ini kaum muda lebih dianggap menarik dan memberi &#8220;janji perubahan&#8221;. Toh bukankah founding father and mother bangsa kita, memimpin negeri ini bahkan disaat mereka umur 20-an dan 30-an. Dimana negeri ini masih begitu belia, terhitung sejak kemerdekaannya.</p>
<p>Saya pribadi, dalam konteks agenda kebijakan luar negeri di Palestina, beranggapan baik Obama atau John Mc Cain, bakal sama saja. Sudah banyak dokumen dan berita yang menunjukkan bahwa &#8220;lobi politik Yahudi&#8221; di AS begitu kuat. Masih dalam ingatan, betapa awal-awal kampanye Obama dengan sengaja berpidato di hadapan sejumlah petinggi AS keturunan Yahudi untuk meraih dukungan dan simpati. Ini yang kemudian kenapa setiap kedzolimin yang dilakukan Zionis Israel terhadap muslim Palestina, AS hampir tak pernah berkoar-koar, kecuali sebatas diplomatik yang datar-datar aja dan tanpa ketegasan yang nyata.</p>
<p>Tapi andai saya, &#8220;dipaksa&#8221; memilih tentu saya akan cenderung memilih yang paling sedikit mudharatnya. Semoga nasib baik bersama Obama &#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/politikcinta.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/politikcinta.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/politikcinta.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/politikcinta.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/politikcinta.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/politikcinta.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/politikcinta.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/politikcinta.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/politikcinta.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/politikcinta.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/politikcinta.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/politikcinta.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/politikcinta.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/politikcinta.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=politikcinta.wordpress.com&amp;blog=5291709&amp;post=55&amp;subd=politikcinta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://politikcinta.wordpress.com/2008/11/02/obama-effect/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f9fafe82bc470199275a1515de712e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gun gun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Kontemplasi&#8221;</title>
		<link>http://politikcinta.wordpress.com/2008/11/01/kontemplasi/</link>
		<comments>http://politikcinta.wordpress.com/2008/11/01/kontemplasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 15:10:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>politikcinta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://politikcinta.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[My Office 21:51 PM Medan Dalam kesendirian, hal-hal yg begitu membekas adalah orang-orang yang banyak &#8220;memberi&#8221; pada kita. Orang tua salah satunya, sekuat apapun seorang anak manusia menghapus &#8220;memori&#8221; tentang orang tua, tentulah muskil hasilnya. Karena merekalah yang paling banyak &#8220;memberi&#8221; dalam hidup kita. Selain itu, hal yang muncul dalam kesendirian dan perenungan, adalah keyakinan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=politikcinta.wordpress.com&amp;blog=5291709&amp;post=53&amp;subd=politikcinta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>My Office 21:51 PM Medan</p>
<p>Dalam kesendirian, hal-hal yg begitu membekas adalah orang-orang yang banyak &#8220;memberi&#8221; pada kita. Orang tua salah satunya, sekuat apapun seorang anak manusia menghapus &#8220;memori&#8221; tentang orang tua, tentulah muskil hasilnya. Karena merekalah yang paling banyak &#8220;memberi&#8221; dalam hidup kita.</p>
<p>Selain itu, hal yang muncul dalam kesendirian dan perenungan, adalah keyakinan kata-kata yang &#8220;klasik&#8221;, &#8220;kita akan menganggap sesuatu itu berharga tatkala sesuatu itu sudah tak ada dalam hidup kita&#8221;. Teman dekat, kekasih, bahkan masa muda. Yang terakhir sudah tentu pasti takkan kembali, maka bagi kawan-kawan saya yang masih belia, beranjak remaja, termasuk adik saya tentunya, jangan pernah berhenti untuk mencari ilmu, belajar dan belajar. Lagi-lagi &#8220;klasik&#8221;, tapi faktanya jelas. Salah satu kawan saya yang boros, membuang-buang masa mudanya untuk hal-hal yang jauh dari manfaat bahkan merugikan, hasilnya saat ini hidup terlunta-lunta, bahkan ada yang jadi, maaf tanpa bermaksud merendahkan profesinya, tukang ojek dan bangsat<span id="more-53"></span> (maksudnya bang satpam he &#8230; he &#8230; he &#8230; ). Padahal saya yakin dia punya potensi untuk maju pada suatu bidang.</p>
<p>Hal terakhir, yang acap muncul, dalam kontemplasi sendiri, adalah sudah berapa banyakkah dosa kita terhitung sejak &#8220;hukum Allah sudah berlaku pada kita&#8221; alias akil baligh. Dan seberapa banyakkah atau seberapa berkualitaskah amal-amal yang telah kita perbuat ? Andaikan keduanya ditimbang, sudah layakkah kita mengharap surga ? Apakah amal-amal kita sanggup menghapus dosa kita ?  Sepertinya tidak.  Saya yakin itu.</p>
<p>Satu lagi keyakinan saya, manusia masuk surga sesungguhnya bukan karena amalnya, tapi karena rahmat Allah SWT. Kasih sayang-NYA &#8230; Karena nikmat terbesar yang didapat manusia sesungguhnya adalah kehidupan &#8230; Menurut anda ???</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/politikcinta.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/politikcinta.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/politikcinta.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/politikcinta.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/politikcinta.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/politikcinta.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/politikcinta.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/politikcinta.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/politikcinta.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/politikcinta.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/politikcinta.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/politikcinta.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/politikcinta.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/politikcinta.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=politikcinta.wordpress.com&amp;blog=5291709&amp;post=53&amp;subd=politikcinta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://politikcinta.wordpress.com/2008/11/01/kontemplasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f9fafe82bc470199275a1515de712e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gun gun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersumpahlah Pemuda ! Banyak Memberi, Memberi Banyak</title>
		<link>http://politikcinta.wordpress.com/2008/10/29/bersumpahlah-pemuda-banyak-memberi-memberi-banyak/</link>
		<comments>http://politikcinta.wordpress.com/2008/10/29/bersumpahlah-pemuda-banyak-memberi-memberi-banyak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 10:36:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>politikcinta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://politikcinta.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[11 : 23 PM Medan &#8211; Kamar Kos Kebahagiaan dalam hidup ada pada &#8220;memberi&#8221; bukan &#8220;menerima&#8221;. Semakin banyak kita &#8220;memberi&#8221; sesungguhnya semakin banyak yang bakal kita dapat. Paling tidak sebentuk energi positif, dalam perspektif ajaran kebijakan Yin Yan Cina dan Fisika. Itu yang kutahu. Islam lebih-lebih memotivasi pemeluknya untuk tidak memiliki mental peminta-minta, bangsa budak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=politikcinta.wordpress.com&amp;blog=5291709&amp;post=43&amp;subd=politikcinta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>11 : 23 PM Medan &#8211; Kamar Kos</p>
<p>Kebahagiaan dalam hidup ada pada &#8220;memberi&#8221; bukan &#8220;menerima&#8221;. Semakin banyak kita &#8220;memberi&#8221; sesungguhnya semakin banyak yang bakal kita dapat. Paling tidak sebentuk energi positif, dalam perspektif ajaran kebijakan Yin Yan Cina dan Fisika. Itu yang kutahu. Islam lebih-lebih memotivasi pemeluknya untuk tidak memiliki mental peminta-minta, bangsa budak kalau kata Bung Karno. &#8220;Tangan diatas lebih terhormat ketimbang tangan di bawah&#8221;, begitu Islam menekankan. Selain itu dalam konteks matematika sedekah, seperti yang acap disampaikan ustadz Yusuf Mansyur, justru dengan memberi Allah akan melipatgandakan apa yang kita dermakan utamanya pada orang yang jauh lebih sulit dari kita, baik segera diganjar saat itu atau nanti dalam bentuk lain dalam alam setelah dunia fana. Lalu, sebagai pemuda sudah kah kita banyak memberi ketimbang meminta ?<span id="more-43"></span></p>
<p>Muhammad SAW bahkan mengajarkan &#8220;memberi&#8221; di saat-saat kesempitan dan kesakitan yang dihadapinya, bukan saja pada orang-orang simpatik padanya, tapi juga yang antipati bahkan benci dan berniat menghabisinya. Dan saya kira itulah salah satu alasan kuat kenapa beliau patut jadi Uswatun Hasannah.</p>
<p><strong>Pesimis vs Optimis</strong></p>
<p>Dalam konteks bangsa ini yang tengah terpuruk, semua serba susah, susah serba semua, semua sulit menghimpit, kebajikan untuk saling memberi pada sesama agaknya perlu kembali giat digemborkan. Salah satu alasan kenapa bangsa ini sulit bangkit dari keterpurukan, menurut saya, adalah karena yang dilapangkan bukan saja enggan berbagi dengan sesamanya, tapi juga karena sifat serakah. Pemegang kuasa mendzolimi yang nir kekuasaan, yang kaya memeras yang miskin, dan yang kuat menggencet yang lemah. Hobbes menggambarkannya dalam <em>homo homoni lupus</em>, ketika manusia &#8220;memakan&#8221; manusia lainnnya. Belum lagi korupsi yang telah berurat berakar di berbagai lini kehidupan. Andai saja Islam mengajarkan untuk pesimis, saya mungkin berada dalam lini terdepan yang mengamalkan ajaran tersebut bila masih saja menyaksikan negeri ini tak beranjak dari keterpurukannya.</p>
<p>Tapi Islam dan banyak agama samawi di dunia, tak mengajarkan hal itu. Islam khususnya mengajarkan kita untuk tetap mengambil hikmah dan kebijakan dalam kondisi sesulit apapun. Yakinlah, bahkan tatkala anda membaca artikel ini, sesungguhnya Tuhan telah mengaturnya, mungkin tak penting siapa penulisnya, tapi kenapa kemudian anda tiba-tiba berada tengah membacanya itulah yang patut ditanyakan.</p>
<p>Dan tentu, berusahalah dalam kondisi sesempit apapun berusahalah untuk tetap memberi. Bahkan tatkala detik ini adalah saat dimana nyawa anda diujung tombak atau bahkan kita tengah berada pada titik nadir kehidupan kita. Berusahalah untuk memberi, paling tidak tetap berusaha tersenyum. Bahwa kita masih diberi kesempatan.</p>
<p><strong>Energi Pemuda, Energi Merata</strong></p>
<p>Dan kini sesungguhnya, yang bangsa ini paling butuhkan bukanlah kucuran dana milyaran dolar AS untuk menyelamatkan ekonomi bangsa, bukan juga tatkala semua manusia Indonesia memiliki otak jenius sebagaimana Allah SWT menganugerahkannya pada kaum Yahudi, bukan juga seorang seperti Obama. Bahkan bukan teknologi nuklir ! Saya sepakat justru energi sebuah bangsa, sebagaimana Presiden Iran Ahmadinejad dalam salah satu ceramahnya di Indonesia, terletak pada kaum muda, generasi muda. Energi yang melampaui kekuatan teknologi nuklir.</p>
<p>Kaum muda adalah energi yang tersebar merata di seluruh kota hingga pelosok Indonesia. Jangan lagi bangsa ini bergantung pada seorang figur, yang mempersonalisasi kekuasaan kedalam dirinya. Kini kaum muda harus tampil kedepan, istiqomah memberi yang terbaik dalam kehidupan, bahkan sekalipun sebiji zarah. Benar bahwa boleh jadi detik ini kita berada pada posisi yang terjepit, terhimpit, 101 kesulitan. Mungkin. Tapi Allah SWT Maha Adil, DIA justru menganggap tidak biasa berbagi atau memberi di tengah kesulitan yang kita alami. Sebaik-baiknya amal, demikian dalam Al Qur&#8217;an.</p>
<p>Maka kalau anda benar pemuda, bersumpahlah untuk tidak menjadi benalu, bermental peminta, banyaklah memberi dan bayangkan perubahan yang terjadi jika semua pemuda di Indonesia berpikiran serupa : berlomba-lomba untuk memberi yang terbaik dalam hidupnya, untuk dirinya, adalah berbuat untuk keluarganya, masyarakatnya dan bangsa Indonesia. Semoga !</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/politikcinta.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/politikcinta.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/politikcinta.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/politikcinta.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/politikcinta.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/politikcinta.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/politikcinta.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/politikcinta.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/politikcinta.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/politikcinta.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/politikcinta.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/politikcinta.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/politikcinta.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/politikcinta.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=politikcinta.wordpress.com&amp;blog=5291709&amp;post=43&amp;subd=politikcinta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://politikcinta.wordpress.com/2008/10/29/bersumpahlah-pemuda-banyak-memberi-memberi-banyak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f9fafe82bc470199275a1515de712e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gun gun</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
